biografi gus azmi

Biodata Gus Azmi Lengkap Beserta Keluarganya

biografi gus azmi
sumber: broonet.com

Kehadiran sosok Gus Azmi di panggung hiburan khususnya tarik suara, mampu menarik perhatian kalangan muda dengan cepat. Selain memiliki suara merdu, pelantun lagu religi dan sholawat ini memang berwajah rupawan. Wajar jika biografi Gus Azmi pun bertebaran di berbagai media.

Gus Azmi merupakan vokalis grub sholawat yang bernama syubbanul muslimin, sebuah grup yang berada di pondok pesantren dimana ia menuntut ilmu. Dengan didukung beberapa talenta muda, grup sholawat itu pun menjadi populer secara nasional dan internasional.

Karena sholawat dan lagu-lagu yang dibawakan pun sesuai, tidak mengherankan jika penampilan Gus Azmi dan grub sholawat tersebut selalu menarik perhatian. Dalam beberapa acara tertentu, bahkan lautan penggemarnya pun begitu antusias melantunkan sholawat bersama.

Baca juga : Biografi BJ Habibie

Profil Gus Azmi dan Keluarga

Gus Azmi memiliki nama lengkap Muhammad Ulul Azmi Askandar al-Abshor. Ia dilahirkan di Probolinggo, 23 April 2004. Hingga artikel ini ditulis, Gus Azmi memiliki tiga adik yang bernama Naufal, Rara dan Ahmad. Dalam beberapa kesempatan yang bisa dilihat di akun sosial medianya, Gus Azmi dan keluarga terlihat sangat akrab sekali.

Sosok Gus Azmi sendiri memang booming tidak lepas dari grub sholawat syubbanul muslimin. Namanya mulai tenar saat melantunkan sholawat-sholawat salah satunya ya asyiqol musthofa. Owh ya, nama pesantren Gus Azmi menuntut ilmu adalah Pesantren Nurul Qodim yang berlokasi di Kalikajar, Paiton, Probolinggo.

Ponpes tersebut berdiri di atas tanah seluas lebih dari lima hektar, dibutuhkan waktu sekitar dua puluh lima kilometer dari ibu kota Kabupaten Probolinggo untuk bisa menjangkau Ponpes Nurul Qodim.

Pondok Pesantren tersebut merupakan peninggalan monumental dari KH. Hasyim atau nama populernya, kyai Mino. Pada awalnya ponpes ini hanya sebatas langgar yang sangat sederhana. Kemudian mulailah dibangun asrama pada tahun 1947, dan kemudian terus berkembang hingga terwujud pondok pesantren seperti sekarang ini.

KH Nuruddin Musyiri merupakan salah satu Pengasuh dari pondok pesantren. KH Hasan Abdul juga turut terlibat dalam jajaran pengasuhnya. Mereka bekerja sama untuk mengembangkan pondok setelah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo.

Biodata Gus Azmi Lengkap

Nama Lengkap
Nama Panggilan
Tempat Tanggal Lahir
Nama Sekolah/
Pondok Pesantren
Agama
Status
Orang Tua Gus Azmi
Nama Ayah
Nama Ibu
Saudara Gus Azmi
Adik
: Muhammad Ulul Azmi Askandar al-Abshor
: Gus Azmi
: Probolinggo, 24 April 2004

: Pesantren Nurul Qodim, Kalikajar, Paiton, Probolinggo
: Islam
: Pelajar

: Ahmad Ulil Abshor Isomuddin
: Laila Syadzili Askandar

: Naufal, Rara, Ahmad

Gus Azmi dan Grup Syubbanul Muslimin

Syubbanul Muslimin sendiri merupakan nama dari sebuah majlis ta’lim serta sholawat. Bertempat di Pondok Nurul Qodim, majlis ini berdiri 10 November tahun 2005. Selain sebagai sarana taklim,  juga untuk melantunkan sholawat-sholawat yang merdu dengan diwadahi sebuah tim hadroh.

KH Nuruddin Musyiri selaku pendiri majlis sekaligus ponpes telah wafat. Kini pengurus majelis beralih ke KH. Hafidzul Hakiem Noor. Beliau biasa dipanggil oleh anggota hadroh sebagai Abuya.

Kegiatan majlis Syubbanul ini adalah menyebarkan syiar Islam dengan cara bersholawa. Hampir setiap hari majlis ini mengunjungi berbagai kota untuk mengisi acara sholawatan. Beberapa kesempatan juga pernah berkunjung ke luar negeri untuk mennghadiri undangan kegiatan sholawat bersama.

Salah satu vokalis grup yang banyak dikagumi adalah Gus Azmi. Hal tersebut dikarenakan wajah ganteng dan imut yang dimiliki gus Azmi. Banyak kaum hawa pecinta sholawat yang terpesona oleh ketampanan dan suara emasnya.

Grup Sholawat dengan Koorda di Berbagai Wilayah

Selain vokalis, majlis ini juga memiliki banyak penabuh hadroh yang hebat. Banyak kalangan mengungkapkan rasa kagumnya terhadap majlis tersebut, entah itu vokalisnya atau sholawat yang dilantunkan mereka. Selain Gus Azmi, tercatat beberapa vokalis yang juga memiliki suara merdu.

Hal tersebut membuat para penggemar mengorganisasi diri mereka dengan sebutan Syubban Lover Nusantara atau SLN. Di Indonesia sendiri hampir di setiap wilayah atau daerah terdapat koordinator masing-masing atau yang disebut koorda.

Bahkan Syubban Lover Nusantara juga sudah berekspansi di beberapa negara Bukan hanya di Indonesia. Akan tetapi sudah tersebar di beberapa negara Seperti Singapura, dan Hongkong.

Baca juga : Biografi Ir Soekarno Lengkap

Gus Azmi dan Film The Santri

Jika biasanya aktor film diperankan oleh bintang terkenal dan papan atas, tetapi dalam film the Santri kali  ini mengangkat kearifan lokal. Yakni dengan memilih aktor yang belum begitu populer dan terkenal tetapi memiliki potensi dan kemampuan untuk memerankan sosok dalam film tersebut.

Gus Azmi merupakan salah satu tokoh utama dalam film. Seperti diketahui, Gus Azmi selama ini dikenal sebagai vokalis dari grup sholawat bernama syubbanul Muslimin. Grup asal Ponpes Nurul Qodim kalikajar Probolinggo ini namanya sudah cukup terkenal dan memiliki banyak penggemar di seluruh wilayah.

Bahkan setiap daerahnya terdapat koordinator masing-masing. Karena ketenarannya juga baik di YouTube beberapa media sosial lainnya, membawa vokalis grup sholawat ganteng satu ini anak menjadi sosok idaman.

Salah satu daya pikat dari film The Santri adalah sosok Gus Azmi. Selain suara yang merdu, juga menunjukkan kemampuannya beradu akting dengan memainkan peran dengan baik pada film pertamannya tersebut.

Guz Azmi dan Filmnya

Sayangnya nih, film ini sempat menuai banyak kritikan. Salah satu kritikan datang dari wakil gubernur Jabar yang menilai film tersebut bukan cerminan kehidupan pesantren.  Hal tersebut berdasarkan trailer the santri yang beredar luas.

Terdapat sejumlah adegan yang tidak sesuai dengan kaidah Islam seperti berdua duaan dengan yang bukan muhrim misalnya. Ia mengaku sangat memahami kehidupan pesantren pada umumnya, dimana kehidupan di pesantren kehidupan santri prian dan wanita terdapat pemisah.

Ia juga menyoroti sikap toleransi yang keabablasan dalam film the santri. Beliau khawatir masyarakat menilai santri dengan sisi yang berbeda dari yang diketahuinya. Dalam the santri, Gus Azmi merupakan bintang utama film garapan Livi Zheng ini.

Gus Azmi dan Wirda Mansyur

Banyak nitizen yang menduga-duga bahwa mereka memiliki hubungan spesial. Hal tersebut muncul saat tariler film the santri sedang booming, keduanya turut menjadi perbincangan di berbagai medsos.

Kedekatan mereka dimulai dari film the santri. Karena memang mereka merupakan tokoh utama dalam film tersebut. Film yang direncanakan tayang pada Oktober dalam rangka hari santri tersebut sempat menuai kecaman.

Salah satu penyebabnya karena terdapat adegan dua orang santri berdua-duaan yang diperankan oleh Wirda dan Gus Azmi. Perempuan berusia 18 tahun ini juga sering menggunggah kedekatannya dengan gus Azmi lewat instagram pribadinya.

Nah, hal tersebut langsung menuai sorotan tajam dari para nitizen. Warganet mengduga-duga bahkan menuduh keduanya memiliki hubungan istimewaya yakni pacaran. Padahal baik Gus Azmi maupun Wirda mengatakan bahwa mereka anti pacaran.

Lagu-lagu Gus Azmi

Guz Azmi memiliki prestasi sejak usia belia. Saat anak anak lainnya sibuk bermain, beliau sudah mulai berdakwah melalui nyayian sholawat yang dibawakannya. Beberapa lagu yang membuat gus Azmi menjadi terkenal yakni ya Aqiqal Mustofa.

Lagu lainnya antara lain cinta dalam istikharah, Annabi Shallahu Alaih, ibu Aku Rindu, dan sebagainya. Guz azmi juga memilki sebelas lagu favorit yang seringkali dinyanyikan saat tampil di acara berbagai daerah.

Beberapa lagu tersebut yakni astagfirullah, syiir tanpo watonn, hayyul hadi, Ya robbi. Selanjutnya ada alfatihah untukmu, ya rasullallah, turi putih versi madura, dan sebagainya.

Itulah ulasan mengenai biografi Gus Azmi lengkap dengan keluarga dan kehidupannya sehari-hari. Sebagai penggemarnya, tentu kalian selalu menantikan penampilan terbaik Gus Azmi dan teman-teman. Meski tidak secara langsung bisa menjumpainya, kalian bisa memanfaatkan media sosial yang dimiliki.

Leave a Comment