Dampak Negatif dari Gaya Hidup Boros dan Solusinya

Tanpa disadari ternyata dampak negatif dari gaya hidup boros sangat mengerikan. Terburuknya, kamu bisa mengalami kondisi keuangan yang membuat stres.

Memang setiap manusia tidak lepas dengan namanya kebutuhan sehari-hari. Hanya saja tidak sedikit yang akhirnya kebablasan dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

Alasan yang paling umum adalah terbawa gengsi. Bagaimana tidak, saat teman atau saudara membeli barang baru rasanya ingin juga memiliki barang tersebut. Benar kan?

Dampak Negatif Gaya Hidup Boros

Setidaknya ada beberapa daampak negatif yang paling terasa. Dengan mengetahui daftar tersebut, kamu bisa mulai melakukan evaluasi dan perbaikan keuangan.

1. Rencana Keuangan Tidak Teratur

Pengeluaran secara berlebihan akibat gaya hidup boros menngakibatkan rencana keuangan yang sudah disusun menjadi berantakan. Sehingga perencanaan tersebut semakin amburadul.

Setelah rencana keuangan tersebut mulai tidak tersusun, biasanya akan menimbulkan dampak lain. Misalnya mulai abai terhadap semua catatan keuangan harian.

2. Tidak Memiliki Tabungan

Alih-alih memikirkan untuk menyisihkan uang untuk tabungan masa depan. Biasanya gaya hidup boros menggiring kepada seseorang untuk membelanjakan uang yang dimiliki.

Padahal sudah memiliki barang baru atau belum lama dibeli. Namun, karena sudah terbiasa untuk belanja maka barang yang seharusnya belum waktunya beli pun diprioritaskan.

Orang yang terbiasa hidup boros tidak mementingkan kehidupan masa datang. Yang penting apa yang diinginkan saat ini bisa terpenuhi dan selalu bisa dimiliki.

3. Tidak Memiliki Dana Darurat

Hal yang tidak kalah penting dalam pengaturan keuangan adalah memiliki dana darurat. Dana ini bisa digunakan untuk antisipasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Coba tanyakan kepada diri sendiri! Pernahkah terbayang atau memiliki rencana untuk menyisihkan uang yang dimiliki untuk dana cadangan tersebut? Sebaiknya mulai pikirkan hal ini.

4. Timbul Sifat Iri Hati

Sifat boros sendiri merupakan sifat yang tidak baik untuk dikerjakan. Dan tentu saja jika masih melakukan hal tersebut bisa menimbulkan dampak negatif lainnya.

Nah, salah satunya adalah rasa iri dan cemburu yang berlebihan. Maka tidak mengherankan ada guyonan, “senang melihat orang lain susah, susah melihat orang lain senang”.

Sebagai contoh, misalnya ada tetangga membeli perabot rumah baru, biasanya orang yang terbiasa hidup boros tidak membutuhkan waktu lama berfikir untuk membeli barang yang sama bahkan diatasnya.

5. Memiliki Banyak Hutang

Ketika sudah didorong oleh rasa iri dan hawa nafsunya, lantas orang yang memiliki sifat boros akan cenderung untuk menghambur-hamburkan hartanya untuk keperluan tidak penting.

Sifat boros juga akan menutupi logikanya tentang kemampuan finansial yang terbatas. Bukan tidak mungkin, dengan mengikuti gaya hidupnya yang boros, seseorang rela untuk berhutang.

Gaya hidup boros menjadi sebuah perangkap yang mendorong orang agar terjun ke hal-hal negatif lainnya. Berhutang adalah salah satu dampak negatif dari gaya hidup boros yang mungkin terjadi.

Meski dengan kemampuan terbatas, seseorang dengan gaya hidup boros akan melakukan segala cara untuk menuruti sifat borosnya, termasuk dengan cara berhutang.

6. Tingkat Stres Meningkat

Dampak negatif dari gaya hidup boros berikutnya adalah akan meningkatkan tingkat stres. Seseorang yang bersifat boros akan mudah menghabiskan uangnya untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif.

Bahkan untuk melakukan hal itu, sampai dilakukan dengan berhutang. Hutang yang menumpuk, sementara keuangan terbatas akan meningkatkan rasa stres dalam hidup.

Tidak hanya stres karena banyak hutang, tapi stres karena hatinya diliputi perasaan selalu kurang dengan yang dimiliki. Rasa kurang tersebut membuat orang memikirkan segala cara agar dapat memenuhi keinginannya.

Kumpulan artikel terkait!

Solusi dari Dampak Negatif Gaya Hidup Boros

Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk meminimalisir sifat boros tersebut. Kamu bisa mencari alternatif lain jika dirasa dengan melakukan hal ini msaih belum berkurang.

1. Membiasakan Menabung Berapapun Nominalnya

Saat memiliki penghasilan usahakan untuk menyisihkan sebagai uang tabungan. Tabungan ini bisa dipisah antara uang simpanan ataupun cadangan.

Jika uang yang dimiliki lebih, maka bisa membuat target setiap bulannya harus menyimpan sekian persen dari uang gaji atau pendapatan. Hal ini berlaku bukan saja yang bergaji bulanan.

Bahkan ada seorang pedagang yang terbiasa menyisihkan hasilnya mungkin 5 ribu atau sepuluh ribu, namun dilakukan setiap hari. Dan saat dihitung hasilnya tentu saja tidak sedikit.

2. Mematuhi Rencana Keuangan

Kemudian agar terhindar dari gaya hidup boros adalah dengan membuat rancangan pengeluaran bulanan. Rancangan pengeluaran bulanan dibuat pada awal bulan sebelum mendapat gaji bulanan.

Kamu bisa menggunakan salah satu aplikasi pengatur keuangan yang ada di Play Store. Di dalam komponen rancangan bulanan, tetap masukkan uang tabungan sehingga besaran pengeluaran dan pemasukan tetap seimbang.

Membuat sebuah rancangan pengeluaran bulanan merupakan sebuah hal yang sederhana, tetapi untuk menjalankan dan terus konsisten itulah menjadi tidak mudah.

Namun, dengan membuat rancangan pengeluaran bulanan, hidup seseorang akan lebih teratur, karena sudah memiliki arahan terhadap hal-hal yang harus terpenuhi. Sehingga tidak seenaknyan melakukan hal-hal di luar anggaran.

3. Menyusun Prioritas Belanja

Sebelum menyusun rancangan anggaran, sebaiknya buat terlebih dahulu daftar prioritas dari apa yang harus dibeli. Daftar prioritas ini wajib terpenuhi terlebih dahulu agar kebutuhan sehari-hari tidak terganggu.

Selain itu, dengan adanya prioritas dapat membuat orang mengurangi belanja hal-hal yang tidak perlu karena sudah terpenuhi prioritasnya.

Mengurangi dampak negatif dari gaya hidup boros bukan tidak mungkin dilakukan. Perlu tekad dan rasa kemauan yang kuat agar dapat terlepas dari jerat hidup boros.

Selain itu, konsistensi juga diperlukan agar bisa melepaskan diri dari kehidupan boros dan menyelamatkan kehidupan pada masa depan. Dengan begitu pola hidup yang dibangun berada pada jalan yang sudah baik dan benar.

Leave a Comment