Dampak Negatif Gaya Hidup Boros Sangat Mengerikan Lho!

dampak negatif hidup boros

Setiap manusia tidak lepas dengan yang namanya kebutuhan sehari-hari, dan semua itu harus dipenuhi. Sayangnya, meski sudah terpenuhi dengan kemampuan masing-masing biasanya masih merasa kurang

Sifat negatif ini kemudian mendorong untuk menjalani gaya hidup yang berlebihan. Alhasil, tidak sedikit meski sudah bergaji besar pun akan tetap kurang dan akan terus merasa kurang. Pernahkah kamu berfikir bahwa dampak negatif gaya hidup boros atau berlebihan itu sangat tidak baik untuk jangka panjang?

Sudah banyak lho, contoh dalam dunia nyata yang awalnya hidup dengan bergelimang harta namun karena salah manajemen keuangan akhirnya ekonominya surut. Tentu kamu tidak ingin mengalami hal serupa, untuk itu berikut dampak negatif dan solusi dari dampak negatif hidup boros.

Dampak Negatif dari Gaya Hidup Boros

Bagi kamu yang sudah membuat rencana keuangan bulanan, maka harus komitmen untuk menjalankannya. Jangan sampai tanpa sadar anggaran yang sudah direncanakan tersebut membengkak tanpa kendali. Kecuali memang terdapat pengeluaran mendadak dan harus disegerakan, ini beda lagi.

Baca juga : Pengertian E-Money

1. Perencanaan Keuangan Tidak Teratur

Pengeluaran secara berlebihan akibat gaya hidup boros memberikan dampak negatif terhadap perencanaan keuangan yang sudah disusun. Sifat boros dengan mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak perlu membuat perencanaan keuangan menjadi tidak teratur.

Rencana keuangan yang amburadul ini menjadi dampak negatif dari gaya hidup boros dalam kehidupan sehari-hari. Efek lanjutannya yaitu akan terbiasa tidak menjalankan rencana keuangan dengan baik.

2. Tidak Memiliki Tabungan untuk Masa Depan

Dampak negatif dari gaya hidup boros lainnya setelah perencanaan keuangan yang amburadul adalah tidak memiliki tabungan untuk masa depan.

Jangankan untuk tabungan, dengan gaya hidup yang boros tersebut tidak menutup kemungkinan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan bulanan. Padahal tabungan untuk masa depan ini sangat penting agar terhindar dari kesulitan finansial di masa tua.

Orang yang memiliki gaya hidup boros lebih mementingkan kehidupan sekarang dan mengabaikan masa depannya.

Tidak sedikit orang yang bergaya hidup boros sering berlebihan dalam memenuhi kebutuhan saat ini, hingga melupakan betapa pentingnya kesiapan finansial di masa depan. Pada akhirnya seseorang dengan gaya hidup boros hanya berkutat untuk memenuhi nafsu sesaat saja.

3. Tidak Memiliki Dana Darurat

Selain memiliki tabungan, setiap orang sebisa mungkin memiliki dana darurat. Dana darurat adalah besaran dana yang tidak digunakan kecuali untuk hal-hal yang bersifat sangat penting.

Salah satu hal yang bersifat darurat misalnya tiba-tiba mengalami kecelakaan parah, sementara pihak asuransi belum bisa mencairkan dananya, maka di situlah kemudian dana darurat dipakai.

Seseorang yang memiliki sifat dan gaya hidup boros hampir bisa dipastikan tidak pernah berpikir tentang masa depannya. Dia akan cenderung menuruti hawa nafsunya, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, tetapi juga untuk keperluan lain yang tidak perlu sebetulnya. Bahkan, ia tidak ragu untuk membeli sesuatu hanya karena rasa iri.

4. Timbul Rasa Iri dan Cemburu

Orang yang memiliki sifat boros cenderung diliputi oleh sifat negatif seperti iri dan cemburu. Rasa iri dan cemburu ini disebabkan karena melihat pencapaian orang lain yang dapat membeli barang mahal.

Kemudian rasa iri dan cemburu ini menutupi logikanya terkait akan kemampuan finansial. Rasa iri dan cemburu menjadi dampak negatif dari hidup boros.

Sebagai contoh, jika ada seorang teman yang berhasil membeli sebuah tas dengan merek terkenal. Seseorang yang memiliki rasa iri kemudian merasa tidak ingin kalah dan terpengaruh untuk membeli barang yang sama.

Rasa iri terhadap teman tersebut mendorongnya untuk melakukan gaya hidup boros yang justru menghancurkan finansialnya.

5. Timbul Banyak Hutang

Ketika sudah didorong oleh rasa iri dan hawa nafsunya, lantas orang yang memiliki sifat boros akan cenderung untuk menghambur-hamburkan hartanya untuk keperluan tidak penting.

Sifat boros juga akan menutupi logikanya tentang kemampuan finansial yang terbatas. Bukan tidak mungkin, dengan mengikuti gaya hidupnya yang boros, seseorang rela untuk berhutang.

Gaya hidup boros menjadi sebuah perangkap yang mendorong orang agar terjun ke hal-hal negatif lainnya. Berhutang adalah salah satu dampak negatif dari gaya hidup boros yang mungkin terjadi.

Meski dengan kemampuan terbatas, seseorang dengan gaya hidup boros akan melakukan segala cara untuk menuruti sifat borosnya, termasuk dengan cara berhutang. Dan ini sangat tidak baik apabila menjadi kebiasaan.

6. Tingkat Stres Meningkat

Dampak negatif dari gaya hidup boros berikutnya adalah akan meningkatkan tingkat stres. Seseorang yang bersifat boros akan mudah menghabiskan hartanya untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif.

Bahkan untuk melakukan hal itu, sampai dilakukan dengan berhutang. Hutang yang menumpuk, sementara keuangan terbatas akan meningkatkan rasa stres dalam hidup.Tidak hanya stres karena banyak hutang, tapi stres karena hatinya diliputi perasaan selalu kurang dengan yang dimiliki.

Rasa kurang tersebut membuat orang memikirkan segala cara agar dapat memenuhi keinginannya. Sehingga dia akan melakukan berbagai cara yang terkadang malah menambah beban hidupnya terasa semakin sempit.

Solusi Terhadap Dampak Negatif dari Gaya Hidup Boros

Agar terhindar dari gaya hidup boros, tentu perjuangannya tidak mudah. Namun, dengan tekad dan keyakinan yang kuat, bukan tidak mungkin seseorang dapat menghindari gaya hidup boros.

Beberapa solusi berikut ini akan mampu menghindarkan seseorang terhadap gaya hidup boros yang membawa banyak dampak negatif dalam kehidupan.

1. Membiasakan Menabung Berapapun Nominalnya

Agar dapat terhindar dari dampak negatif dari gaya hidup yang boros, pertama adalah dengan selalu berusaha untuk menabung, seberapa jumlahnya.

Besarnya tabungan akan sangat membantu menghilangkan gaya hidup boros sedikit demi sedikit. Menabung adalah hal sederhana, tetapi cukup berat bagi yang memiliki gaya hidup boros.

Mulai menabung sedikit demi sedikit dan membiarkan uang untuk tabungan tersebut tidak disentuh. Agar dapat menabung, langsung sisihkan sebagian dari pendapatan bulanan untuk menabung, baru kemudian sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tidak perlu besar, cukup sisihkan 5-10% saja dari pendapatan untuk dimasukkan sebagai dana tabungan dan dibiarkan saja hingga berkembang.

2. Membuat dan Mematuhi Rancangan Pengeluaran Bulanan

Kemudian agar terhindar dari gaya hidup boros adalah dengan membuat rancangan pengeluaran bulanan. Rancangan pengeluaran bulanan dibuat pada awal bulan sebelum mendapat gaji bulanan.

Di dalam komponen rancangan bulanan, tetap masukkan uang tabungan sehingga besaran pengeluaran dan pemasukan tetap seimbang. Setelah itu, tulis juga berbagai kebutuhan yang harus terpenuhi selama sebulan.

Membuat sebuah rancangan pengeluaran bulanan merupakan sebuah hal yang sederhana, tetapi untuk menjalankan dan terus konsisten itulah menjadi tidak mudah.

Namun, dengan membuat rancangan pengeluaran bulanan, hidup seseorang akan lebih teratur, karena sudah memiliki arahan terhadap hal-hal yang harus terpenuhi. Sehingga tidak seenaknyan melakukan hal-hal di luar anggaran.

3. Menyusun Prioritas dan Mengurangi Belanja Hal yang Tidak Perlu

Sebelum menyusun rancangan anggaran, sebaiknya buat terlebih dahulu daftar prioritas dari apa yang harus dibeli. Daftar prioritas ini wajib terpenuhi terlebih dahulu agar kebutuhan sehari-hari tidak terganggu.

Baca juga: Situs Lowongan Kerja Terpercaya

Selain itu, dengan adanya prioritas dapat membuat orang mengurangi belanja hal-hal yang tidak perlu karena sudah terpenuhi prioritasnya.

Mengurangi dampak negatif dari hidup boros bukan tidak mungkin dilakukan. Perlu tekad dan rasa kemauan yang kuat agar dapat terlepas dari jerat kehidupan boros yang akan memberikan dampak buruk dalam kehidupan.

Selain itu konsistensi juga diperlukan agar bisa melepaskan diri dari kehidupan boros dan menyelamatkan kehidupan pada masa depan. Dengan begitu pola hidup yang dibangun berada pada jalan yang sudah baik dan benar.

Leave a Comment