in

Dampak Negatif Gaya Hidup Boros Ternyata Sangat Mengerikan Lho

dampak negatif hidup boros

Sebagai manusia tentu tidak bisa terlepas dari kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi. Sayangnya meski kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi, manusia akan selalu merasa kurang.

Sifat negatif ini kemudian mendorong manusia untuk menjalani gaya hidup boros. Namun seringnya, manusia lalai untuk memikirkan dari dampak negatif gaya hidup boros yang dijalaninya.

Dampak Negatif dari Gaya Hidup Boros

Mungkin sebagian besar sudah membuat rancangan untuk pengeluaran dalam satu bulan. Meski sudah membuat rancangan pengeluaran bulanan, tetapi seringnya tanpa sadar ada saja pengeluaran tambahan yang membuat hidup terasa boros.

Gaya hidup boros akan membawa dampak negatif pada kehidupan sehari-hari. Berikut ini beberapa dampak negatif dari gaya hidup boros dalam kehidupan sehari-hari

1. Perencanaan Keuangan Tidak Teratur

Pengeluaran secara berlebihan akibat gaya hidup boros memberikan dampak negatif terhadap perencanaan keuangan yang sudah disusun. Sifat boros dengan mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak perlu membuat perencanaan keuangan menjadi tidak teratur.

Rencana keuangan yang amburadul menjadi dampak negatif dari gaya hidup boros dalam kehidupan sehari-hari.

2. Tidak Memiliki Tabungan untuk Masa Depan

Dampak negatif dari gaya hidup boros lainnya setelah perencanaan keuangan yang amburadul adalah tidak memiliki tabungan untuk masa depan.

Jangankan untuk tabungan, dengan gaya hidup yang boros, seseorang bahkan bukan tidak mungkin kesulitan untuk memenuhi kebutuhan bulanannya. Padahal tabungan untuk masa depan ini sangat penting agar terhindar dari kesulitan finansial di masa tua.

Orang yang memiliki gaya hidup boros lebih mementingkan kehidupan sekarang dan mengabaikan masa depannya.

Bahkan, orang yang bergaya hidup boros sering berlebihan dalam memenuhi kebutuhan saat ini hingga melupakan betapa pentingnya kesiapan finansial di masa depan. Pada akhirnya orang yang bergaya hidup boros hanya berkutat untuk memenuhi nafsunya saja.

3. Tidak Memiliki Dana Darurat

Selain memiliki tabungan, setiap orang sebisa mungkin memiliki dana darurat. Dana darurat adalah besaran dana yang tidak digunakan kecuali untuk hal-hal yang bersifat darurat.

Salah satu hal yang bersifat darurat adalah apabila tiba-tiba mengalami kecelakaan parah, sementara asuransi belum bisa mencairkan dananya, maka di situlah kemudian dana darurat dipakai.

Seseorang yang memiliki sifat dan gaya hidup boros hampir bisa dipastikan tidak pernah berpikir tentang masa depannya. Dia akan cenderung menuruti hawa nafsunya, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, tetapi juga untuk keperluan lain yang tidak perlu sebetulnya. Bahkan, ia tidak ragu untuk membeli sesuatu hanya karena rasa iri.

4. Timbul Rasa Iri dan Cemburu

Orang yang memiliki sifat boros cenderung diliputi oleh sifat negatif seperti iri dan cemburu. Rasa iri dan cemburu ini disebabkan karena melihat pencapaian orang lain yang dapat membeli barang mahal.

Kemudian rasa iri dan cemburu ini menutupi logikanya terkait dengan kemampuan finansial. Rasa iri dan cemburu menjadi dampak negatif dari hidup boros.

Sebagai contoh, jika ada seorang teman yang berhasil membeli sebuah tas dengan merek terkenal. Seseorang yang memiliki rasa iri kemudian merasa tidak ingin kalah dan terpengaruh untuk membeli barang yang sama.

Rasa iri terhadap teman tersebut mendorongnya untuk melakukan gaya hidup boros yang justru menghancurkan finansialnya.

5. Timbul Banyak Hutang

Ketika sudah didorong oleh rasa iri dan hawa nafsunya, lantas orang yang memiliki sifat boros akan cenderung untuk menghambur-hamburkan hartanya untuk keperluan yang tidak perlu. Sifat boros juga akan menutupi logikanya tentang kemampuan finansialnya yang terbatas. Bukan tidak mungkin, dengan mengikuti gaya hidupnya yang boros, seseorang rela untuk berhutang.

Gaya hidup boros menjadi sebuah perangkap yang mendorong orang agar terjun ke hal-hal negatif lainnya. Berhutang adalah salah satu dampak negatif dari gaya hidup boros yang mungkin terjadi. Meski dengan kemampuan yang terbatas, seseorang yang bergaya hidup boros akan melakukan segala cara untuk menuruti sifat borosnya, termasuk dengan cara berhutang.

6. Tingkat Stres Meningkat

Dampak negatif dari gaya hidup boros berikutnya adalah akan meningkatkan tingkat stres. Seseorang yang bersifat boros akan mudah menghabiskan hartanya untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif. Bahkan untuk melakukan hal itu, sampai dilakukan dengan berhutang. Hutang yang menumpuk, sementara keuangan yang terbatas akan meningkatkan rasa stres dalam hidup.

Tidak hanya stres karena hutang yang menumpuk, seseorang yang bergaya hidup boros juga bisa stres karena hidupnya selalu merasa kurang. Rasa kurang tersebut membuat orang memikirkan segala cara agar dapat memenuhi keinginannya. Sehingga dia akan melakukan segalanya yang justru meningkatkan rasa stresnya agar segala keinginannya dapat terpenuhi.

Solusi Terhadap Dampak Negatif dari Gaya Hidup Boros

Agar terhindar dari gaya hidup boros, tentu perjuangannya tidak mudah. Namun, dengan tekad dan keyakinan yang kuat, bukan tidak mungkin seseorang dapat menghindari gaya hidup boros.

Beberapa solusi berikut ini akan mampu menghindarkan seseorang terhadap gaya hidup boros yang membawa banyak dampak negatif dalam kehidupan.

1. Menabung

Agar dapat terhindar dari dampak negatif dari gaya hidup yang boros, pertama adalah dengan selalu berusaha untuk menabung, seberapa pun kecilnya.

Besarnya tabungan akan sangat membantu menghilangkan gaya hidup boros sedikit demi sedikit. Menabung adalah hal sederhana, tetapi cukup berat bagi yang memiliki gaya hidup boros.

Mulai menabung sedikit demi sedikit dan membiarkan uang untuk tabungan tersebut tidak disentuh. Agar dapat menabung, langsung sisihkan sebagian dari pendapatan bulanan untuk menabung, baru kemudian sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tidak perlu besar, cukup sisihkan 5-10% saja dari pendapatan untuk dimasukkan sebagai dana tabungan yang dibiarkan diam.

2. Membuat dan Mematuhi Rancangan Pengeluaran Bulanan

Kemudian agar terhindar dari gaya hidup boros adalah dengan membuat rancangan pengeluaran bulanan. Rancangan pengeluaran bulanan dibuat pada awal bulan sebelum mendapat gaji bulanan.

Di dalam komponen rancangan bulanan, tetap masukkan komponen uang tabungan sehingga besaran pengeluaran dan pemasukan tetap seimbang. Setelah itu, masukkan berbagai kebutuhan yang harus terpenuhi selama sebulan.

Membuat sebuah rancangan pengeluaran bulanan merupakan sebuah hal yang sederhana, tetapi untuk menjalankan dan terus konsisten itu hal yang tidak mudah.

Namun, dengan membuat rancangan pengeluaran bulan, hidup seseorang akan lebih teratur, karena sudah memiliki arahan terhadap hal-hal yang harus terpenuhi. Sehingga orang tidak lantas melakukan hal-hal di luar anggaran.

3. Menyusun Prioritas dan Mengurangi Belanja Hal yang Tidak Perlu

Sebelum menyusun rancangan anggaran, sebaiknya buat terlebih dahulu daftar prioritas dari apa yang harus dibeli. Prioritas-prioritas ini wajib terpenuhi terlebih dahulu agar kehidupan sehari-hari tidak terganggu.

Baca juga: Yuk Kenalan Dengan Baby Boomer, Sejarah, Kontribusi Dan Kondisi Saat Ini

Selain itu, dengan adanya prioritas, dapat membuat orang mengurangi belanja hal-hal yang tidak perlu karena sudah terpenuhi prioritasnya.

Mengurangi dampak negatif dari hidup boros bukan tidak mungkin dilakukan.

Perlu tekad dan rasa kemauan yang kuat agar dapat terlepas dari jerat kehidupan boros yang akan memberikan dampak buruk dalam kehidupan. Selain itu konsistensi juga diperlukan agar bisa melepaskan diri dari kehidupan boros dan menyelamatkan kehidupan pada masa depan.

Written by Raisya FS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *